Choose Your Color

Informasi

Berita

Langkah Terbaik di Tengah Kontroversi Toa Masjid dan Gonggongan Anjing

Langkah Terbaik di Tengah Kontroversi Toa Masjid dan Gonggongan Anjing

  • 2022-03-02 19:20:39
  • Administrator
  • Berita

fkmthi.com - Akhir-akhir ini umat Islam di Indonesia digemparkan dengan keputusan menag RI terkait aturan penggunaan toa dan pengeras suara Masjid atau Mushalla dengan alasan keharmonisan dan ketertiban antar warga masyarakat.

Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup dengan keberagaman, baik Agama, keyakinan, latar belakang, dan lain sebagainya seperti yang tertera dalam Surat Edaran Nomor SE/05/2022 Tentang pedoman penggunaan pengeras suara di Masjid dan Mushalla.

Yang menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat yaitu wawancara Menag RI yang dianggap menyamakan suara toa Masjid dengan gonggongan anjing. Ungkapan tersebut saat diwawancarai dengan media di Pekan baru, Riau pada Rabu, 23 Februari 2022.

Nama Yaqut Cholil Qoumas (Menag RI) pun kian gencar menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Bahkan sudah ada yang sampai melaporkan ke pihak yang berwajib dengan dugaan penistaan agama termasuk di dalamnya eks Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Roy Suryo.

Namun di sisi lain, belaan tidak henti-hentinya datang dari berbagai pihak, seperti  pernyataan Thobib Al-Asyhar (PLT Kepala Biro Humas, Data dan Informasi).

Dikutip dari aswajadewata.com, ia mengatakan Menag Yaqut Cholil Qoumas sama sekali tidak membandingkan suara Adzan dan gonggongan anjing.

Karenanya, pemberitaan yang mengatakan  Menag RI membandingkan keduanya sama sekali tidak benar.

Dalam situasi seperti ini, langkah terbaik yaitu intropeksi diri baik yang pro maupun yang kontra.

Untuk yang pro, tidak hanya melihat peristiwa ini dalam satu kecamata saja. Namun mempertimbangkan betapa banyak umat muslim di bumi Nusantara ini yang hatinya teriris karena steatmen tersebut.

Juga kepada yang kontra, kiranya memberikan argumen yang sifatnya sopan dan santun bukan malah bahasa yang justru dapat memperkeruh masalah.

Sungguh disayangkan apabila semua ini dijadikan momentum untuk menjatuhkan satu sama lain karena melihat celah mendongkrak kepentingan individu atau kelompok tertentu.

"Pro-kontra yang terjadi diluar sana, itu menjadikan saya untuk tidak pro kepada siapapun. Yang terbaik saat ini adalah introspeksi diri disatu sisi banyak yang menganggap dirinya tersinggung karena steatmen pak Menteri yang seakan ingin menyamakan speaker masjid dan gonggongan anjing," ungkap Sahrul (pengurus pusat Forum komunikasi Tafsir Hadis Indonesia).

Di sisi lain, ia menjelaskan, banyak yang mengatakan bahwa tidak ada maksud membandingkan apa lagi ingin menyamakan.

"Hanya satu pesan saya kepada yang pro maupun yang kontra ambillah tindakan yang tidak dipolitisasi agar keharmonisan dan ketertiban sesama umat muslim itu tetap terjaga", katanya.

Sahrul menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat muslim agar tetap berpikir dan bertindak sesuai tupoksi (kapabilitas) sebagai seorang umat yang taat beragama dan jangan terjebak dalam situasi seperti ini yang dimana sebenarnya ini bukanlah subtansi daripada itu.

"Hidup dalam keberagaman tentunya punya dinamika tersendiri. Jadi saya ingin mengajak kepada umat muslim untuk berpikir dan bertindak sesuai tupoksi (kapabilitas) kita sebagai seorang muslim yang taat beragama jangan sampai kita disibukkan berdebat sampai kita lupa bahwa waktu shalat telah tiba", tutup Sahrul yang juga merupakan eks ketua umum HMPS Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar. (Sofhal)