Choose Your Color

Pengumuman

Penting

Saat ini akun instagram @fkmthi_nasional di ambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami sedang mencoba untuk memulihkan, kepada pengunjung diharapkan untuk tidak terprovokasi dan terhasut oleh postingan terbaru di instagram kami.

Informasi

Pengumuman

Pengurus Pusat FKMTHI Adakan Kelas KAFE Leadership

Pengurus Pusat FKMTHI Adakan Kelas KAFE Leadership

  • 2022-04-03 18:16:14
  • Administrator
  • Pengumuman

Fkmthi.com – Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) belum lama ini menggelar Opening FKMTHI Part KAFE LEADERSHIP pada Jumat, 1 April 2022.

Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu mengusung tema “Leadership dan Manajemen Profesiaonal untuk FKMTHI Berdedikasi” yang menghadirkan Saifullah Maksum, SQ, M.Si sebagai narasumber.

Ketua Umum Pengurus Pusat FKMTHI, Anas Munaji mengatakan, acara ini dilandasi akan pentingnya kepemimpinan dan manajemen untuk membangun sinergi organisasi.

Selain itu, Anas menjelaskan bahwa acara ini fokus ke tujuan FKMTHI yakni melangit membumi, dan juga dapat membangun FKMTHI lebih baik.

“Rencana nanti program Akademi FKMTHI berbentuk kelas. Kita rencanakan ada 12 kelas, dalam rangka mendidik, meregenerasi, mengkader calon pengurus baru,” kata Anas.

Sementara itu, Saifullah Maksum, SQ, M.Si selaku narasumber menyampaikan bahwa dalam islam leadership tidak boleh disepelekan.

“Dalam salah satu redaksi hadis juga menyebutkan, jika anda dalam perjalanan dengan sekelompok orang, angkatlah salah satu sebagai leader,” katanya.

Menurutnya, Allah Swt menciptakan manusia beragam dengan kepentingan yang berbeda. Karena itu perlu ada kepemimpinan.

“Pemimpin itu adalah penerus Rasulullah Saw. Jika tidak ada kepemimpinan, hukum-hukum islam di muka bumi ini kurang dapat dibumikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Saifullah menjelaskan, pemimpin harus lebih dulu memiliki gagasan, inisiatif, dan ide.

“Pemimpin itu memiliki lebih awal penemuan dari yang lain, dan yang memiliki pengalaman awal itulah yang memiliki potensi menjadi pemimpin,” ujar Ketua Umum JQHNU itu.

Pemimpin punya ideologis, kata Saifullah, yakni yang setiap perkataan, tidak tanduknya, hampir selalu diikuti oleh pengikutnya. “Contoh Gus Dur, ia adalah pemimpin ideolis yang perkataanya selalu diamini. Pemimpin seperti itu dapat menjadikan anggotanya merasakan mendapatkan sesuatu,” ujarnya.

Saifullah mengimbau, FKMTHI harus memerankan fungsi leadership, dan yang terpenting dari leadership yakni memiliki bakat di bidang yang dipipminnya.

“Selain itu, harus mampu menginduksi dan mengkolaborasikan, harus memiliki strategi agar memiliki kemampuan. Contohnya koordinasi, kolaborasi,” tuturnya.

Ia berharap, FKMTHI kedepan dapat berkolaborasi dengan JQHNU untuk saling support, agar FKMTHI dapat menambah kualitas sumber daya manusianya. (Sofhal)