Choose Your Color

Pengumuman

Penting

Saat ini akun instagram @fkmthi_nasional di ambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami sedang mencoba untuk memulihkan, kepada pengunjung diharapkan untuk tidak terprovokasi dan terhasut oleh postingan terbaru di instagram kami.

Informasi

Pengumuman

Persiapan Generasi Muda dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

Persiapan Generasi Muda dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

  • 2023-02-24 14:34:20
  • Administrator
  • Pengumuman

Oleh: Khusnul Fatimah

Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Sinjai

 

 

"Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia."

Demikianlah kutipan singkat pidato Bung Karno, sang tokoh proklamator Indonesia yang sangat melegenda. Kata-kata itu menunjukkan bahwa pemuda merupakan tonggak perubahan suatu bangsa bahkan dunia. Masa depan sebuah peradaban atau bangsa itu sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. 

Pemuda diharapkan mampu memberikan andil terhadap kemajuan bangsa.  Karena mereka lah yang kelak akan menjadi pelanjut atau penerus estafet cita-cita serta harapan generasi pendahulunya. Tanpa adanya pemuda (yang berkualitas), suatu bangsa akan kehilangan cita-cita serta masa depan. Sebab masa depan suatu bangsa di masa mendatang sangat ditentukan oleh bagaimana mutu  pemudanya di masa sekarang.

Tahun 2045 digadang-gadang akan menjadi masa emas untuk bangsa Indonesia. Pasalnya, di tahun tersebut bangsa Indonesia akan genap berusia 100 tahun atau satu abad. Pada usia tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi menjadi negara berkembang, tapi telah beralih menjadi negera maju (sejajar dengan negara-negara adidaya lainnya).

Maju dalam artian masyarakatnya memiliki standar hidup tinggi dengan indikasi perekonomian yang sudah merata, tingkat pendidikan yang terjamin, kemajuan teknologi yang tinggi, angka harapan hidup yang tinggi, tingkat kesehatan yang tinggi, kondisi keamanan dan kesejahteraan terjamin, serta berhasil dalam berbagai bidang.

Cita-cita yang sejak dahulu diamanahkan oleh para pendiri bangsa, yakni cita-cita untuk menjadi sebuah negara yang mampu melindungi segenap elemen bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan dan mampu menjadi bangsa yang cerdas dan tak henti menggaungkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentulah membutuhkan persiapan yang matang. Seluruh elemen bangsa harus bersinergi demi mewujudkan cita-cita itu. Karena tanpa persatuan dan sinergisitas, harapan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara maju nan gemilang hanya akan tinggal harapan tanpa konkretisasi.

Salah satu elemen bangsa yang memiliki andil penting serta peran vital  dalam penentuan Indonesia ke depannya sebagaimana juga disebutkan di awal ialah pemuda. Namun, sebelum kemudian menuntut pemuda untuk berkontribusi menyongsong cita-cita Indonesia emas di 2045, maka yang utama ialah sudah sepatutnya mereka dipahamkan sejarah. Pemuda yang mengetahui serta memahami perjuangan para leluhur mereka dalam mengusir penjajah, bersimbah darah, berkorban waktu, harta, keluarga, bahkan nyawa demi satu kata, yakni "Merdeka"  tentunya akan memiliki motivasi dan tanggung jawab morel tentang  bagaimana nasib bangsa  Indonesia  ke depannya. Barulah setelah itu kita dapat dengan mudah memahamkan  pemuda terkait apa yang harus dipersiapkannya.

Adapun beberapa hal yang mesti dilakukan atau dipersipkan oleh generasi muda dalam peranannya terhadap manifestasi Indonesia emas di 2045, adalah sebagai berikut.

Melakukan perubahan dimulai dari diri sendiri (start from your self)

“Jangan berharap mampu merubah suatu bangsa, jika kita tidak mampu merubah diri kita sendiri terlebih dahulu.”

Ya, ungkapan tersebut mungkin sering kita dengar dan sangat benar adanya. Karena bagaimana mungkin kita bercita-cita merubah negara (dalam skala yang jauh lebih besar) jika terhadap diri kita sendiri, kita kewalahan mengubahnya. Maka hal pertama yang wajib kita lakukan jika ingin menjadikan bangsa dan negara berubah dan maju adalah dengan bertekad mau merubah diri sendiri terlebih dahulu.

Allah Swt berfirman;

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ 

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” QS. Ar-Ra’d/13 : 11.

Jika kemarin-kemarin kita adalah tipikal orang yang susah mengatur waktu, maka mulai dari sekarang kita harus berubah. Belajarlah untuk melakukan time management. Salah satu caranya bisa dilakukan dengan membuat jadwal atau skala prioritas. Susah? Memang. Tapi percayalah itu  hanya di awal. Jika kemarin-kemarin kita terbiasa mengisi waktu pagi dengan tidur pagi, maka mulai dari sekarang kita harus berubah. Isilah waktu pagi dengan olahraga, membaca buku atau hal-hal produktif lainnya. Ingatlah bahwa perubahan besar adalah akumulasi dari langkah-langkah kecil yang kita usahakan di setiap harinya.

Pada hakikatnya setiap perubahan pasti ada ketidaknyamanan di dalamnya. Dan ketidaknyamanan itulah sesungguhnya yang harus dibuat nyaman. Jangan beralasan susah atau bahkan tidak bisa terlebih jika anda belum mencoba, sehingga ujung-ujungnya anda menunda untuk berubah. Demikianlah salah satu wejangan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Sinjai pada saat mengawali kuliah perdana beberapa waktu lalu.

Sebagaimana pembahasan di awal bahwa pemuda saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang akan membawa dan menentukan kemajuan Indonesia di masa depan. Karenanya, generasi muda saat ini harus berubah ke arah yang lebih baik, mampu bekerja keras, kejar mimpi besar, berusaha sekuat tenaga demi diri  sendiri dan demi Indonesia. Para pemuda harus membekali dirinya dengan keterampilan dan pengetahuan yang komprehensif, belajar untuk berinovasi, dan mampu menjadi problem solving yang mampu menjawab semua tantangan zaman.

Pemuda harus melek IT/Teknolgi Informasi

Generasi ke depan harus disiapkan menjadi generasi digital, melek sains, namun tetap membumi dan tidak tercerabut akar budayanya. Percuma kita punya generasi hebat sainsnya, tapi tak kenal budaya bangsa sendiri.

Lebih lanjut  teknologi yang ada saat ini seharusnya menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar meningkatkan value diri. Bukan malah acuh tak acuh, apalagi memanfaatkan teknologi hanya sebatas ajang menghibur diri yang sifatnya tentatif.

Karena bagaimana pun untuk mampu terlibat dan memainkan peran utama di masa mendatang, para generasi muda mutlak perlu menguasai atau mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir. Zaman semakin berubah, inovasi perubahan teknologi berkembang di setiap saat. Jika kita tidak belajar untuk berdaptasi dengan kemajuan teknologi, maka sudah pasti kita akan menjadi generasi yang tertinggal.

Pentingnya pemuda menguasai bidang teknologi sehingga perkembangan teknologi Indonesia bisa terus bertumbuh dan maju. Pemuda mesti menanamkan jiwa kreativitas dalam dirinya untuk diimplementasikan demi kemajuan bangsa dan menangani hal-hal yang menjadi faktor penghambat Indonesia dalam pembangunan seta kemajuannya.

Pemuda Wajib Belajar Agama atau Pendidikan Spiritual

Penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi informasi tentunya tidaklah fundamental jika tidak diimbangi dengan pemahaman spiritual. Agama atau spiritual hakikatnya adalah inti yang diperlukan untuk pemuda meraih cita-cita Indonesia emas di tahun yang akan datang. Agama berfungsi mengatur kendali dalam diri generasi muda agar tidak berlaku semena-mena sebanyak apapun ilmunya.

Kita mungkin pernah mendengar istilah "Bahwa menjadi orang bodoh itu lebih baik, karena hanya akan merugikan diri sendiri. Namun menjadi orang pintar tapi berperilaku bodoh inilah yang berbahaya. Karena tidak hanya akan merusak diri sendiri, namun juga membahayakan orang lain.”

Pengusaan teknologi dan pengetahuan sebagaimana disinggung sebelumnya bukanlah satu-satunya senjata menghadapi masa depan. Generasi muda yang sehat, punya jati diri, memiliki sikap dan prinsip yang tangguh, memiliki nilai-nilai spiritual dan budaya yang tinggi menjadi modal untuk mampu memenangkan masa depan.

Anak muda harus punya dasar agama yang tertancap kuat dalam batinnya. Mereka perludibekali dengan nilai-nilai kejujuran sedari dini agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan di kemudian hari. Jadi yang paling penting bukan hanya bagaimana dia mendapatkan sekolah atau pendidikan yang baik.

Tapi bagaimana mereka menjadi manusia yang jujur, bermental baik, menghargai perbedaan, berbudaya, dan punya lingkungan yang mendorong proses-proses kreatif sehingga pemuda kita nanti tidak hanya punya ijazah yang baik, tapi juga tangguh dan visioner.

Generasi emas yang dibutuhkan untuk manifestasi Indonesia emas 2045 bukan saja sebatas generasi yang mampu melakukan banyak hal. Tapi kita yakin generasi emas tidak pernah lepas dari kejujuran. Itulah pentingnya pembentukan pembekalan nilai-nilai spiritual bagi para pemuda.

Sebenarnya masih ada banyak hal yang harus dipersiapkan pemuda untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Namun secara umum, tiga hal utama sebelumnya, itulah yang sangat penting untuk diimplementasikan dan digaungkan lebih luas melalui aksi-aksi nyata di masyarakat. Cita-cita Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera bukan hanya cita-cita kelompok, ormas, atau satu golongan tertentu saja. Melainkan cita-cita seluruh rakyat Indonesia bahkan jauh sebelum negara ini merdeka.

Karenanya sebagai salah satu bagian dari elemen bangsa, utamanya pemuda wajib mengambil peran dalam manifestasi Indonesia Emas di tahun 2045. Sebab kalau bukan kita siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang kapan lagi?